Sunday, 10 June 2012

PEMISAH ANTARA DUA HATI..

sabda Rasulullah s.a.w:

"orang yang paling gagah di antara kamu ialah orang yang dapat mengekalkan nafsunya semasa marah. Dan orang yang paling penyantun pula ialah orang yang memberi maaf, sedangkan ia berkuasa untuk membalas."

Antara sifat keji yang boleh membawa kepada kemudaratan dan kecelakaan dalam hidup ialah sifat marah. Apabila sifat marah wujud di dalam hati maka ia membuahkan sifat sombong, takabur, dendam dan sebagainya. Jika sifat marah itu tidak dikawal oleh syariat maka ia akan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan. Oleh itu, sifat marah ini boleh menjarakkan dua hati yang menjadi semakin jauh disebabkan oleh rasa marah dalam diri.

suatu hari seorang guru bertanya kepada muridnya, " Mengapa ketika seseorang sedang marah, dia akan bercakap dengan suara yang kuat atau berteriak?"

Seorang murid mengangkat tangan dan menjawab," Kerana dia telah hilang sabar, oleh itu dia berteriak."

"Tapi..." guru itu bertanya kembali

"Orang yang dimarahinya hanya berada dekat dengannya. Mengapa perlu berteriak? Kenapa tak berbicara secara lembut?"

Hampi semua murid memberikan pelbagai jawapan yang dirasakan logik oleh merekan. Namun, tiada satu pun jawapan yang diberikan memuaskan.

Maka guru itu pun berkata, " Ketika dua orang berada dalam keadaan marah, jarak antara kedua hati mereka menjadi  amat jauh walaupun secara luaran mereka begitu dekat. Oleh itu, untuk mencapai jarak yang demikian mereka harus berteriak."

"Namun anehnya, semakin kuat mereka berteriak, mereka menjadi semakin marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada antara mereka menjadi lebih jauh lagi. Kerana itu mereka terpaksa berteriak lebih kuat dan dengan makin lantang bersuara."

Guru itu bertanya lagi, " Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?

Muridnya menjawab, " mereka tidak berteriak, mereka berbicara dengan suara yang keluar dari mulut mereka dengan begitu perlahan dan kecil. Seperlahan bagaimanapun, kedua-duanya masih dapat mendengar dengan begitu jelas setiap butir bicaranya".

"Mengapa demikian?" Guru itu bertanya kembali sambil memerhatikan muridnya.

Mereka berfikir panjang namun tiada seorang pun yang berani memberikan jawapan.

Guru itu berkata, " Kerana hati mereka begitu dekat, tiada jarak yang memisahkan hati mereka. sepatah kata pun tidak perlu diucapkan. Ini kerana, sebuah pandangan mata sahaja sudah cukup membuatkan mereka memahami apa yang ingin disampaikan."




p/s: Disaat kita sedang dilanda kemarahan, janganlah kita menciptakan jarak antara dua hati. Mungkin di saat ini, diam merupakan cara yang terbaik kerana waktu akan membantu kita


Monday, 14 May 2012

suratan atau kebetulan...

Assalamualaiikum.........

ape itu suratan?ape itu kebetulan?...hehe....post kali ni bukan nk terangkan maksud perkataan tersebut....tp untuk berkongsi sesuatu yg AGAK menarik...kalau x menarik 2...mintak maaf la ye....

kata orang, setiap ape yang berlaku ada hikmah disebaliknya...hurrmmmm...mungkin menyakitkan tapi mungkin itulah yang terbaik buat diri kita...pada suatu hari..cuaca baik punye..xde ujan...hanya angin sepoi2 bahasa(nasib bukan angin tidak tau bahasa..:P..)..satu pertemuaan antara dua insan...semestinya yang bertemu 2 antara negatif n positif (diibaratkan bagi lelaki n perempuan..)...


gugurl n boboy......^_^


segalanya bermula dengan baik je...mcm biasa la...msing2 nk kenal hati budi dan macam2 la berkaitan dengannya....ala....mcm org lain la..mula2 niat nk kawan2 je...tp mmg niat diri ini nk kawan je pon...xde nk melebih2...dari pertemuan itulah kami menjadi rapat mcm kawan baik...segala apa yang si boboy lakukan...semuanya akan dilaporkan ( dah mcm s/u plak)..hehe..tp itulah yang terjadi...namun, segala apa yang si gugurl lakukan....tidak smua si boboy tahu....sbb si gugurl ni mls nk buat laporan harian...haha...

si boboy ni ada la ciri2 yang boleh membimbing ke arah kebaikan(bleh jadi suami soleh la..)...boboy byk mengajar si gugurl mengenai perkara2 yang boleh membentuk diri ke arah kebaikan...selain membantu dlm akademik..sbb mse ni gugurl msih lagi bergelar sebagai seorang siswi ( errrmm..xde la best student pon...)....w/pun sibuk dengan tugasan atau komitmen pada kerja...boboy tetap ada masa utk hntr msg atau tepon gugurl....w/pun dlm keadaan mengantuk....^_^


boboy sentiasa ada di saat gugurl perlukan teman dan ingin bersembang...antara ungkapan yg slalu boboy ucapkan " jgn la rase boring..i kan ad...bleh temankan u..."...(sweet x?..hehe...perasan je si gugurl)...satu hari si boboy pergi outstation...gugurl ni sje la bergurau ckp nk ole2 (ngade2 je si gugurl ni kan...)....boboy ckp xsempat nk g jalan2..byk sgt keje....gugurl xkisah pon...hehe...lepas 2 boboy buat janji...setiap kali boboy pergi outstation...boboy akan belikan hadiah tuk gugurl....si gugurl ni iyekan aje...w/pun tak kisah pon..sbb boboy ni slalu je grau mcm 2...

rupe2nye..si boboy betul2 maksudkan janjinya itu...dlm satu pertemuan...si boboy msg si gugurl ckp nk jumpe...si gugurl pon pergi la..alang2 da ad d area yang berdekatan dgn boboy....sambil sembang2...si boboy pon keluarkan paper bag..(sederhana besarnya)...gugurl pelik..sbb besday gugurl lmbt lagi...(dlm ati gugurl..mungkin boboy nk kirimkan hadiah tuk kwn tp mintak gugurl sampaikan..huhu...)....rupenye jauh tersasar dari landasan andaian gugurl ni....hadiah tu sebenarnya buat GUGURL la....terkejut la gugurl...

boboy: ingt x ape i janji dulu?
gugurl: ermm...janji?..janji ape?
boboy: yang i janji mase pergi outstation dulu?xingt la 2...
gugurl: janji ape ea...huhuhu...(blurr...otak berputar2 duk pk)..
boboy: kan i ada janji dulu..kalo i pergi outstation kat mane2..i akan belikan adiah tuk u..ole2...
gugurl: owh...i lupe...huhu...tp 2 grau je..xde nk siyes pon...
boboy: xpe..i mmg janji nk buat mcm 2...
gugurl: (da xtau nk ckp ape)...=_=


bersambung........

Tuesday, 1 May 2012

Bedtime Stories.....^_^...: 6 ekor lembu yg pandai berkata2..

kisah yang dapat dijadikan teladan dan pengajaran......(kisah 1001 malam..)

Pada suatu hari Sultan Harunnurasyid menyuruh panggil Abu Nawas pula datang menghadap baginda. Sebab pikir baginda, Abu Nawas sangat cerdik, jadi hendak diujinya. Maka Abu Nawas pun datanglah, lalu menyembah. Titah Sultan Harunnurasyid kepadanya, “Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu yang pandai berkata-kata dan yang berjanggut. Dalam tujuh hari ini hendaklah sudah ada keenam binatang itu disini! Jika tiada dapat olehmu, niscaya engkau kusuruh bunuh”.
Sembah Abu Nawas, “Baiklah, Tuanku Syah Alam, patik junjung titah Tuanku itu”.
Maka segala orang yang duduk pada majelis raja itu pun berkata sama sendirinya, “ Sekali ini matilah Abu Nawas dibunuh oleh Sultan Harunnurasyid”.
Setelah itu maka Abu Nawas pun lalulah bermohon ke luar, pulang ke rumahnya. Serta sampai, lalu ia duduk berdiam diri memikirkan kehendak amirulmukminin yang demikian itu. Sehari pun tiada ia keluar dari dalam rumahnya. Sekalian orang yang melihat hal Abu Nawas itu, heranlah.
Setelah sampai akan hari yang dijanjikan oleh Sultan Harunnurasyid itu, barulah Abu Nawas keluar dari dalam rumahnya, lalu ia berjalan menuju ke pangkalan orang nelayan. Di tengah jalan ia bertemu dengan orang-orang yang berjalan ke pangkalan itu jua, lalu dipanggilnya, “Hai orang muda! Hari ini apa harinya”?
Yang mana mengatakan yang betul hari itu, dilepaskan oleh Abu Nawas dan yang salah jawabnya, ditahannya orang itu. Maka berlain-lainlah jawab mereka itu, seorang mengatakan hari ini, seorang mengatakan hari itu, seorangpun tak ada yang betul jawabnya.
Kata Abu Nawas kepada orang itu, “Kata engkau, hari ini dan hari anu; disini tak ada ini, tak ada itu, tak ada anu, melainkan esok hari barulah yang betul; kita pergi menghadap Sultan Harunnurasyid, disanalah baru dapat yang betul itu”.
Keesokan harinya, pada majelis raja Harunnurasyid telah banyak orang berhimpunm hendak melihat hal Abu Nawas juga, apakah jawabnya kepada baginda. Kemudian datanglah Abu Nawas serta membawa enam orang yang berjanggut. Telah sampailah Abu Nawas ke hadapan baginda, lalu ia berdatang sembah serta duduk pada majelis itu.
Maka raja Harunnurasyid pun bertitah kepadanya, “Hai Abu Nawas, manatah lembu yang pandai berkata-kata dan yang berjanggut itu”?
Sembah Abu Nawas sambil menunjuk kepada orang yang berenam itu, “Inilah ya Tuanku Syah Alam”.
Sabda amirulmukminin, “Hai Abu Nawas, apa yang engkau tunjukkan kepadaku ini”?
Sembah Abu Nawas, “Ya Tuanku Syah Alam, tanyakanlah kepada mereka itu hari apakah sekarang ini”.
Maka ditanyailah oleh Sultan Harunnurasyid orang-orang itu. Berlain-lainlah nama hari yang mereka sebut itu.
Kata Abu Nawas pula, “Jikalau mereka manusia, tahulah mereka akan nama hari itu. Apabila, jika Tuanku tanyakan hari yang lain-lain, tentu bertambah-tambah tiada diketahuinya. Manusiakah atau binatangkah yang demikian itu? Inilah lembu yang pandai berkata-kata, serta berjanggut, ya Tuanku.
Maka Sultan Harunnurasyid heran melihat hal Abu Nawas pandai sekali melepaskan dirinya itu. Setelah itu amirulmukminin pun menyuruh memberi persalin dan uang lima ribu dinar kepada Abu Nawas.
Sekalian orang heranlah. Setelah sudah, bermohonlah segala mereka itu pulang ke rumahnya masing-masing dengan suka cita. Abu Nawas pun pulang juga.